Sinergi BRMP Tanaman Hias dan Distan Cirebon Percepat LTT dan PM-AAS
BRMP Tanaman Hias menggelar Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) dan Persiapan Program PM-AAS, bertempat di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon pada Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini bertujuan menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat realisasi luas tambah tanam sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Program PM-AAS guna mendukung target swasembada pangan nasional.
Rapat dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Dr. H. Deni Nurcahya, S.T., M.Si., serta menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, di antaranya Dr. Ir. Erna Suryani, M.Si. selaku Plt. Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Hias, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, serta pejabat teknis yang membidangi pelaksanaan LTT dan PM-AAS.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon menegaskan bahwa percepatan Luas Tambah Tanam merupakan salah satu strategi utama dalam mendukung program swasembada pangan sebagaimana tertuang dalam Misi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan Blueprint Kementerian Pertanian 2024–2029. Menurutnya, keberhasilan LTT sangat ditentukan oleh ketersediaan benih unggul, pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian (alsintan), kecukupan air irigasi, serta koordinasi yang solid di lapangan.
Pada sesi evaluasi, Plt. Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Hias memaparkan bahwa capaian LTT padi pada Juni 2026 belum optimal akibat musim kemarau yang menyebabkan berkurangnya pasokan air irigasi, antrean penggunaan alsintan, serta keterbatasan benih tahan kekeringan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian petani menunda tanam bahkan beralih ke komoditas lain untuk menghindari risiko gagal panen. Hasil evaluasi ini menjadi dasar penyusunan strategi monitoring dan percepatan tanam selama Juli 2026.
Rapat juga membahas strategi penguatan koordinasi lintas sektor antara Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, Kodim, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dalam mengawal pelaksanaan LTT, pengelolaan bantuan benih, serta mitigasi kekeringan di wilayah rawan. Penyaluran bantuan benih padi tahun 2026 yang mencakup lebih dari 10 ribu hektare diharapkan dapat berjalan tepat waktu agar target tanam dapat tercapai.
Selain itu, Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian memaparkan perkembangan distribusi alsintan, realisasi pupuk bersubsidi, serta berbagai program pembangunan sarana pendukung pertanian, termasuk irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, dan optimalisasi lahan yang menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas pertanian Kabupaten Cirebon.
Pada kesempatan yang sama, disampaikan pula kesiapan pelaksanaan Program PM-AAS dengan target luas tanam mencapai 11.875,20 hektare untuk periode Juli hingga Desember 2026. Sejumlah kecamatan diprioritaskan sebagai lokasi pelaksanaan berdasarkan potensi lahan yang telah diinventarisasi. Meski demikian, masih terdapat beberapa tantangan, seperti kesiapan anggaran, kondisi lahan yang belum sesuai jadwal tanam, keterbatasan air di lahan tadah hujan, serta keraguan petani dalam menerapkan metode tanam benih langsung (Tabela) akibat serangan organisme pengganggu tanaman.
Diharapkan hasil rapat koordinasi ini mampu meningkatkan sinergi antarinstansi sehingga target Luas Tambah Tanam dan pelaksanaan Program PM-AAS dapat berjalan optimal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Cirebon melalui peningkatan produksi padi yang berkelanjutan.